"Saya belum lihat ya, tapi seperti halnya yang di Sleman, saya duga ini juga buatan manusia," kata peneliti LAPAN Sri Kaloka, Minggu (30/1/2011).
Menurut Sri Kaloka, pada tahun 1985-1988 dia pernah bersekolah di Prancis. Di sana, di area persawahan di Eropa kerap muncul fenomena crop circle dan itu dibuat manusia.
"Saya pernah melihat langsung buatnya. Ya itu bisa juga dikerjakan seniman, pastinya orang yang kreatif yang membuat," tambahnya.
Menurut Sri Kaloka, kalau dikerjakan dengan menggunakan orang banyak, crop circle akan mudah dibuat dalam waktu cepat. "Jadi kalau UFO itu saya tidak bisa mengerti, kami tidak yakin," terangnya.
Apa LAPAN akan menyelidiki?
"Kami menunggu informasi dari kepolisian," imbuhnya.
Sementara terkait pengakuan adanya pihak yang melihat angin, dia menegaskan perlu dipertegas lagi kesaksiannya. "Kalau berpola, berbentuk lingkaran itu kami duga manusia," tutupnya.
Mirip seperti di Sleman, kondisi crop circle di Magelang, ada padi yang rebah dan juga terbentuk 5 lubang. Paling besar adalah lubang di tengah yang besarnya 2,5 meter, sedang lubang lain yang mengapitnya berdiameter 1,5 meter.
Lokasi crop circle itu persis berada di belakang pesantren Hidayatul Muhtadiin, hanya berjarak 100 meter.
Lokasi crop circle itu ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh Muhaimin seorang santri ponpes.
Sebelumnya pada Sabtu (29/1) pukul 20.00 WIB, rekan Muhaimin Irvan mengaku melihat angin besar muncul di pesawahan.
Terima kasih sudah membaca
LAPAN: Bukan UFO
dan sempatkan untuk membaca yang lainnya broth..